Mengenalkan "Green Lifestyle" ke Anak Lewat Buku

Kompas.com - 04/03/2011, 14:08 WIB

KOMPAS.com - Berbagai cara sederhana bisa dilakukan bersama anak dan keluarga di rumah untuk menyelamatkan bumi. Mulai saja dengan mengenalkan anak mengenai pelestarian lingkungan melalui buku. Selanjutnya, Anda bisa menerapkan kegiatan ramah lingkungan yang diceritakan dalam buku. Sekecil apapun usaha Anda menyelamatkan bumi akan berarti di masa mendatang, saat anak-anak melanjutkan kehidupan.

Jika masih tak punya gambaran kegiatan sederhana melestarikan bumi di rumah, Anda bisa menyontek cara yang dituliskan Valerina Daniel dalam bukunya, Easy Green Living, atau seri buku bergambar untuk anak. Menurut Valerina, buku menjadi media komunikasi yang memudahkan orangtua untuk mengenalkan gaya hidup hijau pada anak. Membaca buku juga bisa memberikan panduan bagi orangtua untuk menyontohkan perilaku ramah lingkungan di rumah.

"Mengenalkan kebiasaan gaya hidup hijau kepada anak lebih mudah melalui buku. Apalagi dengan buku bergambar dan ada tokoh yang diceritakan. Dengan buku kita tak menggurui anak, dan mereka tahu karena keinginan sendiri melalui buku," kata mantan presenter berita TV ini di sela temu media dalam rangka Kampanye Tupperware Gaya Hidup Hijau di Jakarta beberapa waktu lalu.

Valerina yang mengikuti pelatihan bersama Algore di Amerika Serikat awal Januari 2011 lalu semakin fokus menyebar pesan pelestarian lingkungan dan penyelamatan bumi. Ia memulainya dari rumah, dengan mengajak putrinya, Keesha (2). Kepedulian anak terhadap lingkungan perlu dibentuk sejak dini. Jika buku adalah langkah awalnya, maka lanjutkan dengan praktik lagsung di lapangan.

"Saya dan suami mendampingi Keesha menanam pohon saat merayakan ulang tahun pertama. Kini setelah berumur dua tahun Keesha semakin mengerti kebiasaan ramah lingkungan. Setidaknya dari hal sederhana, ia tahu harus mencari tempat sampah jika ingin membuang sampah," tutur Valerina.

Menurut mantan Puteri Indonesia Lingkungan 2005 ini, membentuk pola pikir anak lebih mudah daripada mengubah mindset orang dewasa dalam menjalani gaya hidup hijau. "Anak lebih terbuka dengan informasi baru. Kebiasaan hidup hijau perlu dibentuk dalam diri anak untuk menciptakan generasi kecil yang lebih peduli. Mereka lah nanti yang akan melanjutkan kehidupan," lanjutnya.

Dari pengalamannya menjadi penggiat lingkungan, Valerina berbagi 13 cara melakukan perubahan di rumah:
1. Mulai dari diri sendiri.
2. Hemat energi listrik.
3. Lakukan kegiatan daur ulang.
4. Hemat BBM.
5. Hemat air.
6. Hindari penggunaan kantong plastik, dan bawa sendiri tas belanja Anda.
7. Hemat kertas.
8. Kembali ke alam dengan menggunakan produk alami.
9. Membangun kebiasan menanam pohon atau kegiatan berkebun.
10. Membawa makanan dari rumah dengan menggunakan wadah makan yang bisa dipakai berulang.
11. Pilih liburan dengan berpiknik.
12. Pilihlah produk lokal ramah lingkungan.
13. Menjadi pejuang lingkungan dengan menjalankan salah satu saja dari 13 cara tersebut.

Bagaimana dengan Anda dan keluarga? Punya ide gaya hidup hijau lainnya yang bisa dicontohkan kepada anak dan keluarga?

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau